KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

DIREKTORAT PERBENIHAN PERKEBUNAN

19/07/2018 - 11:11 AM

KOPI ROBUSTA KLON BP 308 DAN BP 42 UNTUK MENDUKUNG DESA MANDIRI BENIH DI PROVINSI BALI

Di Publish Pada : 02/07/2018 | Kategori : Perkebunan

Jakarta - Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. yaitu sebagai penghasil devisa negara, penyedia lapangan kerja, memelihara konservasi lingkungan, sumber bahan baku industri makanan dan minuman serta sumber pendapatan petani. Saat ini Indonesia menduduki peringkat keempat produsen kopi terbesar di seluruh dunia.

Salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan kopi adalah adanya dukungan ketersediaan bahan tanam unggul dan bermutu. Penggunaan bahan tanam kopi harus menggunakan benih unggul yang telah dilepas dan ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Sampai dengan tahun 2018 ini, terdapat 17 klon kopi robusta yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian diantaranya adalah klon BP 42 dan BP 308.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih secara optimal, baik dari aspek ketepatan varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi maupun harga, salah satu kegiatan yang diprogramkan Direktorat Jenderal Perkebunan adalah Pengembangan Desa Mandiri Benih Tanaman Perkebunan. Sasaran kegiatan tersebut adalah pada salah satu pilot project kelompok tani, gabungan kelompok tani sebagai cikal bakal produsen benih untuk mengedukasi petani meningkatkan kapasitas (Capacity Building) dalam rangka produksi benih unggul bersertifikat guna memenuhi kebutuhan benih tanaman perkebunan di wilayahnya.

Salah satu lokasi kegiatan Pengembangan Desa Mandiri Benih Tanaman Perkebunan adalah di Kabupaten Tabanan, Prov Bali dengan benih komoditas kopi. Untuk kegiatan pengembangan desa mandiri benih di Kabupaten Tabanan, klon kopi yang digunakan adalah robusta klon BP 308 untuk batang bawah, sedangkan untuk entres menggunakan klon BP 42. Benih kopi robusta klon BP 308 dan BP 42 banyak digunakan oleh masyarakat Bali untuk pengembangan komoditas kopi. Ada beberapa keunggulan dari kedua klon tersebut yang menjadi pertimbangan petani menggunakannya, diantaranya adalah Klon BP 308 lebih tahan terhadap berbagai serangan penyakit, lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru. Walaupun ditanam pada tanah yang kurang memiliki unsur hara sekalipun benih klon ini mampu bertahan hidup dengan sempurna. Sedangkan klon BP 42 adalah jenis  benih kopi robusta yang memiliki tingkat produktifitas lebih tinggi sehingga klon ini sangat bagus digunakan sebagai entres.

Untuk menghindari terjadinya penyimpangan sifat genetis pohon induk, kopi Robusta klon BP 308 sebaiknya diperbanyak secara klonal. Untuk itu dianjurkan sebagai batang bawah dalam penyambungan dengan batang atas klon-klon anjuran sesuai agroklimat setempat. Batang bawah klon BP 308 dapat ditanam di daerah terserang nematoda maupun di daerah yang tanahnya kurang subur.

Kebutuhan benih kopi kegiatan desa mandiri benih di Kabupaten Tabanan, klon BP 308 untuk batang bawah dan BP 42 untuk entres diperoleh dari kebun sumber benih milik UPTD Benih/Bibit Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 28/Kpts/KB.020/3/2018 tanggal 29 Maret 2018. Untuk klon BP 308 di kebun sumber benih milik UPTD Benih/Bibit Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali seluas 0,440 Ha dengan jumlah pohon hasil pemurnian sebanyak 6.431 pohon. Sedangkan untuk klon BP 42, luas kebun 0,130 Ha dengan jumlah pohon hasil pemurnian 714 pohon dan potensi entres 6.426 entres/tahun.

Dengan kegiatan pengembangan desa mandiri benih tanaman perkebunan diharapkan melalui penguatan kelembagaan petani di lokasi desa pilot project dapat memenuhi ketersediaan benih unggul bersertifikat untuk masyarakat di wilayah kawasan pengembangan dalam rangka mewujudkan kemandirian benih tanaman perkebunan secara berkelanjutan khususnya dalam hal ini benih kopi robusta di wilayah provinsi Bali. (Dina Fithriyyah, SP PBT Ahli Muda, Ditjen Perkebunan)


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 19
Total pengunjung : 4143

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Harsono RM No.3, Gedung C Lantai 3, Ragunan - Jakarta Selatan 12550 - Indonesia
Telp. : (021) 7815681 Fax : (021) 7815681. Email : perbenihan@pertanian.go.id